apa yang kita lakukan itu akan dilihat oleh orang lain dan akan di nilai oleh orang lain.oleh karena itu kita harus menunjukkan yang terbaik yang ada di diri kita agar kita bisa di hargai oleh orang lain.
Rabu, 24 Oktober 2012
Tulisan Ilmiah
Pengertian Karya Tulis
Karya tulis mempunyai banyak ragam tergantung dari tujuan, manfaat, sumber penulisan, dan aspek-aspek lainnya. Berdasarkan sumbernya, secara umum karya tulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu karya fiksi (tidak ilmiah) dan non fiksi (ilmiah). Karya fiksi merupakan karya tulis yang sumbernya semata-mata imajinasi, fantasi, atau rekaan dari si penulis. Tujuan orang menulis fiksi biasanya untuk menghibur atau bisa jadi untuk mengungkapkan isi hati penulis. Karya sastra merefleksikan situasi masyarakat tertentu. Contoh dari karya tulis jenis ini adalah karya sastra: novel, cerpen, puisi, dan lain-lain.
Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan tertentu. Jenis-jenis karya ilmiah antara lain: karangan ilmiah, laporan penelitian, makalah atau paper, artikel, dan lain-lain. Barangkali anda sering mendapat tugas dari guru untuk membuat karangan, makalah, atau paper sewaktu menempuh pelajaran tertentu. Ini artinya anda sudah pernah membuat karya ilmiah.
Ciri Ragam Bahasa Tulis :
1. Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat,
2. Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
3. Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
4. Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
Teknik Menulis Ilmiah
Formal
Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat
formal. Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat
dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata, dan kalimat.
Kata Formal : wanita, daripada, hanya, membuat, dipikiran, bagaimana, matahari
Kata Non-formal : Wanita, Ketimbang, Cuma, Bikin, Dipikirin, Gimana, Mentari
Kata Ilmiah Teknis : Modern, Alibi, Argumen, Informasi, Sinopsis, Urine
Kata Ilmiah Populer : Maju, Alasan, Bukti, Keterangan, Ringkasan, Air kencing
Bentukan Kata bernada
Formal : Menulis, Mendengarkan, Mencuci, Bagaimana, Mendapat, Tertabrak, Pengesahan
Non-formal : Nulis, Dengarkan, Nyuci, Gimana, Dapat, Ketabrak, Legalisir
Karya Ilmiah
Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Tujuan karya ilmiah
Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Manfaat karya ilmiah
Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
Memperoleh kepuasan intelektual;
Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
Sistematika penulisan karya ilmiah
Bagian Pembuka
Cover
Halaman judul.
Halaman pengesahan.
Abstraksi
Kata pengantar.
Daftar isi.
Ringkasan isi.
Bagian Isi
Pendahuluan
Latar belakang masalah.
Perumusan masalah.
Pembahasan/pembatasan masalah.
Tujuan penelitian.
Manfaat penelitian.
Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
Pembahasan teori
Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
Pengajuan hipotesis
Metodologi penelitian
Waktu dan tempat penelitian.
Metode dan rancangan penelitian
Populasi dan sampel.
Instrumen penelitian.
Pengumpulan data dan analisis data.
Hasil Penelitian
Jabaran varibel penelitian.
Hasil penelitian.
Pengajuan hipotesis.
Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
Bagian penunjang
Daftar pustaka.
Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
Daftar Tabel
PENALARAN DEDUKTIF
Metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Adapun corak berpikir deduktif sangat kental dengan silogisme.
Silogisme
suatu penalaran untuk mendapatkan sebuah kesimpulan dari dua buah pernyataan.
Dalam silogisme terdapat dua pernyataan dan sebuah kesimpulan yaitu :
a. Premis mayor
Proposisi yang dianggap benar bagi semua anggota kelas tertentu dan menjadi predikat dari konklusi
b. Premis minor
Proposisi yang mengidentifikasi sebuah peristiwa yang khusus dari kelas tertentu dan menjadi subjek dari konklusi
c. Konklusi
kesimpulan yang diperoleh atas kedua premis
penalaran silogisme sendiri dapat membentuk menjadi : silogisme kategorial, silogisme hipotetis, silogisme alternatif, entimem dan rantai deduksi
1. Silogisme Kategorial
silogisme ini memiliki dua premis dan satu konklusi dengan beberapa syarat pengambilan kesimpulan yaitu :
a) Dalam kesimpulan harus terdiri dari sesuatu yang sudah tersebut dalam premis-premisnya bila tidak, maka kesimpulan akan menjadi rancu
b) Jika salah satu premis bersifat universal dan satu lagi bersifat partikular maka kesimpulanya harus bersifat partikular, jika kesimpulan bersifat universal maka akan rancu
c) Dari dua premis yang bersifat universal, konklusi yang diturunkan juga harus bersifat universal, jika kesimpulan bersifat partikular akan tidak logis
d) Jika sebuah silogisme mengandung sebuah premis yang positif dan sebuah premis yang negatif, maka konklusinya harus negatif.
e) Dari dua premis yang negatif tidak dapat ditarik kesimpulan. Sebab it silogisme berikut tidak sahih dan tidak logis.
f) Dari dua premis yang bersifat partikular, tidak dapat ditarik kesimpulan yang sahih.
2. Silogisme Hipotesis
Adalah sebuah silogisme yang mengandung sebuah hipotesa dengan premis mayornya bersifat hipotesis
3. Silogisme Alternatif
Sebuah silogisme yang dicirikan dengan kata "atau" pada premis mayornya yang dapat menjadi sebuah pilihan pada premis minornya
4. Entimem
Sebuah silogisme yang mengambil kesimpulan yang bentuk pertanyaanya berdasarkan simpanan dalam ingatan
5. Rantai Deduksi
Penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula berupa merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal
makna denotatif
Makna denotasi dan konotasi dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya nilai rasa. kata denotasi lebih menekankan tidak adanya nilai rasa, sedangkan konotasi bernilai rasa kias.
Makna denotasi lazim disebut 1) makna konseptual yaitu makna yang sesuai dengan hasil observasi (pengamatan) menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman yang berhubungan dengan informasi (data) faktual dan objektif. 2) makna sebenarnya, umpamanya, kata kursi yaitu tempat duduk yang berkaki empat (makna sebenarnya). 3) makna lugas yaitu makna apa adanya, lugu, polos, makna sebenarnya, bukan makna kias. makna denotasi adalah makna sebenarnya yang terdapat pada kata tersebut. Atau secara singkat makna denotasi diartikan sebagai makna sebenarnya. Makna sebenarnya yang dimaksud adalah makna dasar kata yang terdapat dalam kamus (KBBI).
Contoh makna denotatif :
Adik makan nasi.
Makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
makna konotatif
Konotasi berarti makna kias, bukan makna sebenarnya. Sebuah kata dapat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma masyarakat tersebut. Makna konotasi dapat juga berubah dari waktu ke waktu. Dalam kalimat “Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono berebut kursi presiden.” Kalimat tersebut tidak menunjukkan makna bahwa Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono tarik-menarik kursikarena kata kursi berati jabatan presiden.
Sebuah kata dapat merosot nilai rasanya karena penggunaannya tidak sesuai dengan makna denotasinya. Umpamanya, kata kebijaksa-naan yang bermakna kelakukan dan tindakan arif dalam menghadapi suatu masalah, menjadi negatif konotasinya akibat kasus-kasus tertentu, misalnya :
1. Pengemudi kendaraan bermotor ditilang karena melanggar peraturan lalu lintas minta kebijaksanaankepada petugas agar tidak diperkarakan (damai di tempat)
2. Orang tua murid yang anaknya tidak naik kelas mohon kebijaksanaan kepada kepala sekolah agar bersedia menolong anaknya (menaikkan kelas)
3. Untuk mengurus surat-surat di kantor pemerintah sering kali kita pun diminta memberi kebijaksanaan oleh sang patugas agar urusan tidak terlambat (memberi uang suap)
Dapat ditegaskan bahwa manka konotatif cenderung bersifat subjektif. Makna kata ini lebih banyak digunakan dalam situasi tidak formal, misalnya : dalam pembicaraan yang bersifat ramah tamah, diskusi tidak resmi, kekeluargaan, dan pergaulan.
perhatikan contoh di bawah ini :
1. Laporan Anda harus diserahkan selambat-lambatnya 1 Juni 2004. (denotasi)
2. Laporan Anda belum memenuhi sasaran. (konotasi)
3. Laporan Anda sudah mencapai target yang ditentukan, menggunakan data yang akurat, menyerahkan hasil tepat waktu, dan memberikan masukan yang sangat diperlukan bagi kebijakan selanjutnya. (denotasi)
4. Penulis memanjatkan puji syukur atas selesainya laporan ini. (konotasi)
5. Kepada Tuhan penulis mengucapkan puji syukur atas penyelesaian laporan ini dengan baik dan tepat waktu. (denotasi)
Contoh Karangan Ilmiah
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rezekinya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas KARANGAN ILMIAH BAHASA INDONESIA 2 ini. Tak lupa juga salam serta shalawat saya ucapkan kepada pihak-pihak yang sudah membantu saya dalam mengerjakan tugas makalah ini hingga selesai.
Di dalam makalah ini saya akan membahas tentang PENGARUH BUDAYA ASING TERHADAP BUDAYA INDONESIA. Semoga dengan adanya makalah ini saya serta orang yang membaca bisa menambah wawasan dan makalah ini bisa bermanfaat untuk semua.
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Dampak Budaya Asing
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
PENGARUH BUDAYA ASING TERHADAP BUDAYA INDONESIA
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Kebudayaan Barat sudah mendominanisasi segala aspek. Segala hal selalu mengacu kepada Barat. Peradaban Barat telah menguasai dunia. Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini. Kebudayan Barat hanya sebagai petaka buruk bagi Timur. Timur yang selalu berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat.
B. Tujuan
Karangan ilmiah ini bertujuan agar para pembaca dapat mengetahui dampak dari kebudayaan asing di Indonesia dan sadar bahwa sebagai rakyat Indonesia harus membudayakan bahasa Indonesia.
II. PEMBAHASAN
Dampak Budaya Asing
Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Secara timbal balik, tiap peradaban akan berpengaruh satu sama lain. Hukum sosial berlaku bagi semua peradaban. Peradaban yang maju, pada suatu masa, cenderung memiliki perngaruh yang luas bagi peradaban-peradaban lain yang berkembang belakangan.
Perkembangan terknologi, terutama masuknya kebudayaan asing (barat) tanpa disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Minimnya pengetahuan menjadi pemicu alkulturasi kebudayaan yang melahirkan jenis kebudayaan baru. Masuknya kebudayaan tersebut tanpa disaring oleh masyarakat dan diterima secara mentah. Akibatnya kebudayaan asli masyarakat mengalami degradasi yang sangat luar biasa.
Budaya asing yang masuk keindonesia menyebabkan multi efek. Budaya Indonesia perlahan-lahan semakin punah. Berbagai iklan yang mengantarkan kita untuk hidup gaul dalam konteks modern dan tidak tradisional sehingga memunculkan banyaknya kepentingan para individu yang mengharuskan berada diatas kepentingan orang lain. Akibatnya terjadi sifat individualisme semakin berpeluang untuk menjadi budaya kesehariannya. Ini semua sebenarnya terhantui akan praktik budaya yang sifatnya hanya memuaskan kehidupan semata. Sebuah kebobrokan ketika bangsa Indonesia telah pudar dalam bingkai kenafsuan belaka berprilaku yang sebenarnya tidak mendapatkan manfaat sama sekali jika dipandang dari sudut keislaman. Artinya dizaman Edan sekarang ini manusia hidup dalam tingkat Hidonisme yang sangat tinggi berpikir dalam jangka pendek hanya mencari kepuasaan belaka dimana kepuasaan tersebut yang menyesatkan umat islam untuk berprilaku. Salah satu contoh Serdehana sesuai dengan kenyataan, Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Jika pengaruh di atas dibiarkan, apa jadinya Moral generasi bangsa kita, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. dengan adanya budaya barat atau budaya asing di Indonesia, dapat membawa dampak bagi Indonesia. Dampak masuknya budaya asing antara lain. terjadi perubahan kebudayaan, pembauran kebudayaan, modernisasi, keguncangan budaya, melemahnya nilai-nilai budaya bangsa. Dampak tersebut membawa pengaruh besar bagi Indonesia, baik dari segi postif, maupun negatif. Indonesia, masih terlalu lemah dalam menyaring budaya yang baik di ambil dengan yang tidak, “maka kita semua sebagai warga Indonesia wajib membanggakan apa saja yang sudah menjadi budaya kita sendiri”, jangan sampai melupakan budaya lama dengan sudah menemukan budaya baru.
Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa namun kita harus tetap menjaga agar budaya kita tidak luntur. Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah antara lain dengan cara, Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri, Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya, Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negaranya.
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa namun kita harus tetap menjaga agar budaya kita tidak luntur. Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah antara lain dengan cara, Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri, Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya, Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Referensi :
http://tejahtc.blogspot.com/2011/02/contoh-karya-ilmiah-tentang-bahayanya.html
http://sosbud.kompasiana.com/2011/08/09/dampak-masuknya-budaya-asing-barat-terhadap-budaya-bangsa-indonesia/
By : Aristya Kusuma Putri (3eb19)
Selasa, 10 Januari 2012
sejarah koperasi
SEJARAH KOPERASI
Sejarah koperasi bermula pada abad ke-20dan didirikan dari kalangan rakyat. Koperasi tumbuh karena keadaan masyarakat yang kurang dalam keuangannya. Dan beberapa dari mereka yang mempunyai keuangan yang terbatas dan keadaan yang sederhana mempersatukan diri dan membuat perkumpulan agar perekonomian mereka membaik.
Pada tahun 1896 seorang pamong praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan bank untuk para pegawai negeri. Ia berkeinginan untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Selain pegawai negeri, para petani pun juga di bantu agar hidupnya tidak susah. Dan ia juga menganjurkan bank berubah menjadi koperasi. Ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa jadi pada saat panen mereka dapat menyimpannya dan ketika musim paceklik dapat memberikan pertolongan pinjaman.
koperasi pertanian
KOPERASI PERTANIAN
Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Tetapi karena pengetahuan para petani yang terbatas terkadang para petani mempunyai kendala seperti penerapan manajemen pertanian, informasi tentang bertani dan teknologi yang sebenarnya sudah canggih di era seperti sekarang ini.
KUD atau koperasi unit desa bisa menjadi salah satu untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh para petani. Sistem informasi manajemen merupakan salah satu bidang yang dibutuhkan di koperasi agar para petani dapat memperoleh informasi dari koperasi tersebut. Seharusnya para petani tidak hanya menanam dan memproduksi hasil pertanian begitu saja, tetapi para petani harus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksinya tersebut.
hambatan koperasi
HAMBATAN KOPERASI
Tidak semua koperasi dapat berjalan dengan lancar, pasti ada sesuatu yang menjadi hambatannya. Hambatannya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesejahteraannya atau mengembangkan diri secara mandiri. Padahal kesadaran ini akan menjadi motovasi utama koperasi tersebut berdiri.
Kurangnya ilmu pengetahuan para anggota koperasi juga salah satu pemhambat koperasi itu maju, seharusnya anggota koperasi mempunyai wawasan yang luas dan dapat memperoleh informasi dari mana saja, agar koperasi tersebut dapat berkembang dan dapat menjadi panutan koperasi-koperasi yang lainnya.
koperasi
KOPERASI
Kita pasti pernah mendengar kata “ koperasi “. Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi sangat membantu dalam masalah perekonomian masyarakat terutama di daerah-daerah terpencil. Contohnya seperti masyarakat yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Mereka akan mendapat banyak ikan pada musim kemarau, sedangkan pada musim hujan mereka tidak melaut. Dan hal ini menyebabkan perekonomian mereka pada musim kemarau akan meningkat sedangkan pada musim hujan akan menurun karena kondisi cuaca dan bahkan para nelayan tidak mempunyai uang sama sekali.
Pada musim kemarau pendapatan nelayan akan meningkat tapi terkadang mereka bingung harus di apakan uang itu, maka dengan adanya koperasi mereka bisa menyimpan uang mereka pada saat pendapatan mereka meningkat dan uang tersebut dapat diambil pada saat mereka membutuhkan uang tersebut sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa adanya malahan keuangan.
Langganan:
Postingan (Atom)