Kamis, 26 September 2013

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan

PENGERTIAN ETIKA

Etika dalam Yunani Kuno ” ethikos ” berarti timbul dari kebiasaan adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep.

Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itu diperlukan etika agar manusia tahu yang harus dilakukan.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA

1.    Prinsip tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya terhadap dampak pekerjaan orang lain.
2.    Prinsip keadilan, tidak merugikan dan tidak membedakan antara yang satu dan yang lainnya.
3.    Prinsip otonomi yaitu kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya, tetapi dibatasi tanggung jawab dan komitmen profesional dan tidak mengganggu kepentingan umum.
4.    Prinsip integritas moral yang tinggi yaitu dengan cara menjaga komitmen pribadi menjaga keluhuran profesi.

BASIS TEORI ETIKA

Dalam basis teori etika terdapat etika teleologi yang berasal dari kata Yunani, telos yang berarti tujuan yaitu mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang akan dicapai dengan tindakan itu atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Ada dua aliran etika Teleologi :
1.    Egoisme etis
Egoisme adalah tindakan dari setiap orang yang bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.

2.    Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin yang berarti bermanfaat. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut masyarakat sebagai keseluruhan.

EGOISME

Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Lawan dari egoisme adalah altruisme.

Referensi :