·
Lingkungan
Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika
Sebuah
perusahaan menginginkan perusahannya dikenal sebagai perusahaan yang baik dan
memiliki perilaku etika yang baik. Sehingga penting jika semua karyawan
perusahaan di bina dan diberi pengarahan agar memiliki perilaku yang baik
kepada pelanggan. Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan melihat
perubahan perilaku karyawan yang memiliki masalah.
1.
Budaya
Organisasi
2.
Ekonomi
Organisasi
3.
Reputasi
Perusahaan dalam Komunikasi
·
Kesaling-Ketergantungan
Antara Bisnis dan Masyarakat
Kesaling-ketergantungan
bekerja didasarkan pada relasi kesetaraan egalitarianism. Manusia bekerjasama,
bergotong-royong saling membantu satu sama lain. Tidak akan tercipta sebuah
gotong-royong jika manusia terlalu percaya kepada keunggulan diri disbanding
yang lain, entah itu keunggulan ras, agama, suku, ekonomi. Negara telah
dikuasai oleh jenis manusia yang memiliki mentalitas pedagang. Pucuk kekuasaan
telah disulap menjadi lahan bisnis.
·
Kepedulian
Perilaku Bisnis Terhadap Etika
Korupsi, kolusi
dan nepotisme yang semakin meluas di masyarakat yang sebelumnya hanya di
tingkat pusat dan sekarang meluas sampai ke daerah-daerah. Hal ini
mengindikasikan bahwa di sebagian masyarakat kita telah terjadi krisis moral
dengan menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan
individu memperkaya diri sendiri maupun tujuan kelompok untuk eksistensi
keberlanjutan kelompok. Terapi ini semua adalah pemahaman, implementasi, dan
investasi etika dan nilai-nilai moral bagi para pelaku bisnis dan para elit
politik.
Wilayah etika
dan moral adalah wilayah pertanggung jawaban pribadi. Sedangkan wilayah hukum
adalah wilayah benar dan salah yang harus dipertanggung jawabkan didepan
pengadilan.
·
Perkembangan
dalam Etika Bisnis
Di Indonesia
pada beberapa perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah
diajarkan mata kuliah etika bisnis Selain itu bermunculan pula
organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis
misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha Indonesia di Jakarta.
Berikut
perkembangan etika bisnis menurut Bertens ( 2000)
1.
Situasi
Dahulu
Pada
awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles dan filsuf-filsuf Yunani lain
menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara
dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
2.
Masa
Peralihan tahun 1960-an
Hal
ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan
menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Bussiness and Society.
3.
Etika
Bisnis Lahir di AS tahun 1970-an
Sejumlah
filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis
dan etika bisnis dianggap sebagai satu tanggapan tepat atas krisis moral yang
sedang meliputi dunia bisnis di AS.
4.
Etika
Bisnis Meluas ke Eripa tahun 1990-an
Terdapat
forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang
disebut European Bussiness Ethics Network.
5.
Etika
Bisnis menjadi Fenomena Global tahun 1990-an
Etika
bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International
Society for Bussiness, Econimics and Ethics pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.
·
Etika
Bisnis dan Akuntan
Kode etik IAI
terdiri dari :
1.
Prinsip
etika, terdiri dari 8 prinsip etika profesi yang merupakan landasan perilaku
etika professional, memberikan kerangka dasar bagi aturn etika dan mengatur
pelaksanaan pemberian jasa professional oleh anggota.
2.
Aturan
Etika Kompartemen Akuntan Publik, terdiri dari independen, integritas dan
objektivitas, standar umum dan prinsip akuntansi, tanggung jawab kepada
klien,rekan seprofesi dan prektik lain.
3.
Interprestasi
Aturan Etika merupakan panduan dalam menerapkan etika tanpa dimaksudkan untuk
membatasi lingkup dan penerapannya. Di Indonesia penegakan kode etik
dilaksanakan oleh sekurang-kurangnya enam unit organisasi, yaitu Kantor Akuntan
Publik, Unit Peer Review Kompartemen Akuntan Publik IAI.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar