Jumat, 04 Oktober 2013

Perilaku Etika dalam Bisnis

·         Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika

Sebuah perusahaan menginginkan perusahannya dikenal sebagai perusahaan yang baik dan memiliki perilaku etika yang baik. Sehingga penting jika semua karyawan perusahaan di bina dan diberi pengarahan agar memiliki perilaku yang baik kepada pelanggan. Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan melihat perubahan perilaku karyawan yang memiliki masalah.
1.      Budaya Organisasi
2.      Ekonomi Organisasi
3.      Reputasi Perusahaan dalam Komunikasi

·         Kesaling-Ketergantungan Antara Bisnis dan Masyarakat

Kesaling-ketergantungan bekerja didasarkan pada relasi kesetaraan egalitarianism. Manusia bekerjasama, bergotong-royong saling membantu satu sama lain. Tidak akan tercipta sebuah gotong-royong jika manusia terlalu percaya kepada keunggulan diri disbanding yang lain, entah itu keunggulan ras, agama, suku, ekonomi. Negara telah dikuasai oleh jenis manusia yang memiliki mentalitas pedagang. Pucuk kekuasaan telah disulap menjadi lahan bisnis.

·         Kepedulian Perilaku Bisnis Terhadap Etika

Korupsi, kolusi dan nepotisme yang semakin meluas di masyarakat yang sebelumnya hanya di tingkat pusat dan sekarang meluas sampai ke daerah-daerah. Hal ini mengindikasikan bahwa di sebagian masyarakat kita telah terjadi krisis moral dengan menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan individu memperkaya diri sendiri maupun tujuan kelompok untuk eksistensi keberlanjutan kelompok. Terapi ini semua adalah pemahaman, implementasi, dan investasi etika dan nilai-nilai moral bagi para pelaku bisnis dan para elit politik.
Wilayah etika dan moral adalah wilayah pertanggung jawaban pribadi. Sedangkan wilayah hukum adalah wilayah benar dan salah yang harus dipertanggung jawabkan didepan pengadilan.

·         Perkembangan dalam Etika Bisnis

Di Indonesia pada beberapa perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika bisnis Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha Indonesia di Jakarta.
Berikut perkembangan etika bisnis menurut Bertens ( 2000)
1.      Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
2.      Masa Peralihan tahun 1960-an
Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Bussiness and Society.
3.      Etika Bisnis Lahir di AS tahun 1970-an
Sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai satu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.
4.      Etika Bisnis Meluas ke Eripa tahun 1990-an
Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Bussiness Ethics Network.
5.      Etika Bisnis menjadi Fenomena Global tahun 1990-an
Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Bussiness, Econimics and Ethics pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

·         Etika Bisnis dan Akuntan

Kode etik IAI terdiri dari :
1.      Prinsip etika, terdiri dari 8 prinsip etika profesi yang merupakan landasan perilaku etika professional, memberikan kerangka dasar bagi aturn etika dan mengatur pelaksanaan pemberian jasa professional oleh anggota.
2.      Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik, terdiri dari independen, integritas dan objektivitas, standar umum dan prinsip akuntansi, tanggung jawab kepada klien,rekan seprofesi dan prektik lain.
3.      Interprestasi Aturan Etika merupakan panduan dalam menerapkan etika tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Di Indonesia penegakan kode etik dilaksanakan oleh sekurang-kurangnya enam unit organisasi, yaitu Kantor Akuntan Publik, Unit Peer Review Kompartemen Akuntan Publik IAI.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar